
Jumat, 04 Juni 2010
Senin, 13 Oktober 2008
SENANTIASA KUKATAKAN PADAMU
Kemarin, aku berkata:
Lihat bibir bukan ucapan
Jika kau pikir kata tak jujur
Tapi dengarkan bicaraku
Jika kau pikir mulut tak ikhlas
Hari ini, aku berkata:
Lihat retina bukan pandangan
Jika kau pikir penglihatan menipu
Tapi, lihatlah tatapan mataku
Jika kau pikir mata tak dapat
Esok hari, mungkin aku berkata:
Tolong lakukan saja
Agar kau senantiasa percaya
Read More......
Lihat bibir bukan ucapan
Jika kau pikir kata tak jujur
Tapi dengarkan bicaraku
Jika kau pikir mulut tak ikhlas
Hari ini, aku berkata:
Lihat retina bukan pandangan
Jika kau pikir penglihatan menipu
Tapi, lihatlah tatapan mataku
Jika kau pikir mata tak dapat
Esok hari, mungkin aku berkata:
Tolong lakukan saja
Agar kau senantiasa percaya
Label:
puisi,
senantiasa kukatakan padamu
PENGHAMBA GELAP
Wahai malam
Telah datang padamu banyak pengembara
Menghamba gelap, nyangkut
Geligi kusamnya, jadi lumut
Beri dinginmu biar terasa meresap
Lebur dalam rela untuk luruh seluruh
Kejemuan akan terang, seakan
Tajam pedang sabit yang memotong
Tiap tendon-tendon asa yang tersisa
Sampai lumat seperti acar-acar basi
Wahai malam
Menghamba gelapmu, nyangkut
Geligi kusamnya jadi lumut
Biar hitam, tak merasa tahu sedikitpun
Jika bisa membuat jasad tenang
Maka
Pertimbangkanlah untuk mengikutinya
Read More......
Telah datang padamu banyak pengembara
Menghamba gelap, nyangkut
Geligi kusamnya, jadi lumut
Beri dinginmu biar terasa meresap
Lebur dalam rela untuk luruh seluruh
Kejemuan akan terang, seakan
Tajam pedang sabit yang memotong
Tiap tendon-tendon asa yang tersisa
Sampai lumat seperti acar-acar basi
Wahai malam
Menghamba gelapmu, nyangkut
Geligi kusamnya jadi lumut
Biar hitam, tak merasa tahu sedikitpun
Jika bisa membuat jasad tenang
Maka
Pertimbangkanlah untuk mengikutinya
Label:
penghamba gelap,
puisi
Langganan:
Postingan (Atom)